RSS

Semangat yang Tak Pernah Mati

30 May

Ferrasta 'Pepeng' Soebardi

Pemilik nama lengkap Ferrasta Soebardi ini tentu sudah tak asing lagi bagi kita. Sosoknya yang menyenangkan, cerdas, humoris, akrab, dan bersahaja selalu melingkungi kehidupan pria kelahiran Sumenep, 23 September 1954 ini. Pepeng, begitu ia biasa dipanggil, masih saja melemparkan senyuman manisnya kepada saya bersama beberapa teman yang sore itu mengunjunginya.

Saat itu ia tengah terbaring di ranjang. Pemandangan di kamarnya mengingatkan kita pada kamar pasien di rumahsakit. Sejak terserang penyakit Multiple Sclerosis [MS – salah satu penyakit yang menyerang sistem daya tahan tubuh] pada tahun 2005, Pepeng hanya bisa berbaring di atas ranjang. Maklum saja, penyakit ini dapat menimbulkan kelumpuhan di beberapa bagian tubuh si penderita. Meski demikian, penyakit yang diderita mantan presenter kuis Jari–Jari ini bukan halangan bagi diri Pepeng untuk berkarya. Ia masih bisa melakukan aktivitas meski hanya di atas tempat tidur seperti membaca buku dan browsing internet. Tak hanya itu, ia bisa mengarahkan massa untuk menggerakkan kegiatan positif seperti mengadakan seminar serta membuat kegiatan dan aktivitas lain yang berguna. Setiap dua minggu sekali ia membuat pertemuan yang disebutnya SELASA GILA di kediamannya dengan filosofi No Excuse.

Pepeng Saat Bersama Group 'PSP'

Bagi sebagian orang, penyakit boleh jadi dianggap sebagai cobaan. Tapi tidak bagi Pepeng. Baginya, penyakit MS yang termasuk langka ini, bukanlah cobaan, melainkan sebuah bentuk kasih sayang Allah kepada dirinya. “Tubuh boleh tua, semangat harus tetap muda. Pantang mati sebelum ajal,” begitu slogan yang membuat semangat dirinya tak pernah surut di tengah penyakitnya, di samping dorongan semangat dari istri dan keluarga yang tak pernah putus-putus.

Selain mempunyai harapan sembuh dari penyakitnya, Pepeng ingin sekali membawa istri beserta keluarga umrah. Tentu itu jika kelak dirinya kuat berada di kursi roda. Selain itu, ia ingin mewujudkan cita–cita membangun sekolah. Karena menurutnya, masih banyak sekolah–sekolah di Indonesia yang kurang layak digunakan.

Ibadah Tak Terlewatkan, Walaupun Terbaring Diatas Ranjang

Boleh jadi, kalimat semangat gampang diucapkan. Tetapi melaksanakannya tak semudah menyerukannya. Ini tidak berlaku bagi Pepeng. Lewat perjuangannya, ia sudah membuktikan itu. « [teks: dwi – foto: dwi & putri]

postingan lain dari kelompok kami bisa dilihat di newsfloods

 
Leave a comment

Posted by on May 30, 2011 in Job

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: