RSS

Mengenal Budaya Betawi di Setu Babakan

Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke- 484, sungguh sangat meriah. Dirayakan di setiap sudut kota Jakarta. Budaya Betawi sangat kental di bulan Juni ini. Mulai sibuknya pengusaha ondel-ondel, hingga pedagang makanan khas Betawi, kerak telor. Mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk merayakan HUT Jakarta dari jauh-jauh hari.

Pengurus Lembaga Pengelola Kesenian Betawi, dr. H. Sibroh Malisi mengatakan, semakin tua usia kota Jakarta, semakin unik pula kotanya. Mulai dari jumlah penduduk yang semakin meningkat, masalah krusial yang kerap mendatangi kota Jakarta, seperti macet, tawuran antar pelajar, banjir, dan masalah-masalah lainnya. Meski begitu, banyak juga penduduk kota lain yang datang ke Jakarta. Dengan kata lain Jakarta mempunyai daya tarik tersendiri untuk memikat penduduk kota lain untuk berpindah ke kota yang krusial akan masalah ini.

Di Kampung Betawi atau lebih sering didengar Setu Babakan, juga tak ketinggalan merayakan hari jadi Jakarta. Biasanya, di sini mengadakan acara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan ini difasilitasi oleh Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan, gratis untuk pengunjung. Khusus untuk HUT Jakarta, malam sebelumya (21/6), di Setu Babakan mengadakan acara syukuran, berdoa , serta kegiatan yang lain untuk masyarakat Jakarta, para pemimpin terdahulu.

Tema HUT Jakarta kali ini adalah Lingkungan Hidup dan Kepedulian Masyrakat. Acara digelar dari pagi hari hingga sore. Di Setu Babakan menggelar musik khas Betawi, semacam marawis. Selain itu ada lomba Seni Lukis Betawi atau Kaligrafi. Dan terakhir ada pertunjukan lenong dari beberapa sanggar yang sudah dikoordinir untuk tampil.

Antusiasme masyarakat sendiri yang datang ke sini semakin banyak setiap harinya. Bahkan ada Program Pemerintah Daerah Wajib Kunjung. Untuk tingkat TK, SD, SMP, SMA. Bahkan dari beberapa negara, adanya korelasi untuk bersosialisasi atau mengenal budaya. Setu Babakan akan menyediakan tempat untuk kerajinan tangan, seperti pembuatan ondel-ondel. Selain itu, juga kita bisa belajar membuat kerak telor, bir pletok, dan khas Betawi lainnya.

Tidak hanya masyarakat yang bertanggung jawab untuk melestarikan budaya Betawi, tetapi juga Gubernur, sesuai dengan UUD 1945 No. 29 Tahun 2007 Pasal 26 Ayat 6 “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat Betawi serta melindungi berbagai budaya masyarakat daerah lain yang ada di daerah Provinsi DKI Jakarta.”

dr.Sibroh mengatakan, harapan ke depan untuk Jakarta adalah pertama, kesenian Betawi dan pelaku seni Betawi tidak hanya hidup di bulan Juni saja. Kedua, PemDa dan Pemerintah Pusat seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kebudayaan Betawi. Karena tidak hanya di bulan Juni saja berpendapatan tinggi. Ada beberapa kegiatan di Jakarta yang bisa mengundang pendatang dari luar dengan cara memanggil pemusik, pelaku seni, maupun permainan yang menghibur. Itu juga bisa menambah nilai ekonomi mereka.

Menurutnya, Budaya Betawi bisa berjalan bila ada 4 unsur, yaitu Pemerintah, LSM, Pengembang, dan Sarana. “Jika semua ada namun sarana tidak ada, maka tidak akan bisa berjalan.” tutupnya. « [teks: putri & foto: dwi]

artikel ini bisa dilihat di newsfloods

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: